Persiapan LPSE Capai 70 Persen
15 Juli 2010 13:30

LAMONGAN - Sebanyak 45 rekanan penyedia jasa dan beberapa panitia pengadaan barang dan jasa di Lamongan mengikuti sosialisasi dan pelatihan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement) angkatan pertama kemarin. Kegiatan yang digelar di di ruang Sabha Dyaksa pemkab setempat dan dibuka Kabag Pembangunan, erfan itu sebagai bagian dari penerapan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) di Kota Soto tersebut.

Suhendra dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkapkan, LKPP merupakan lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan perumusan kebijakan pengadaan barang/jasa Pemerintah.

Untuk memperluas akses pengadaan e-procurement ke seluruh instansi pemerintah, lanjut dia. LKPP memberikan kesempatan pada pemerintah kabupaten/kota untuk mendirikan LPSE di masing-masing instansi. LPSE tersebut akan menyelenggarakan layanan pengadaan e-procurement dengan menggunakan aplikasi SPSE.

"Aplikasi ini dikembangkan dengan pertimbangan efisiensi, sehingga dalam penggunaannya tidak memerlukan biaya lisensi. Baik itu biaya lisensi SPSE sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya," terangnya.

Kasubbag Bina Penyusunan Program pada Bagian Pembangunan Pemkab Lamongan, Arifin mengungkapkan, persiapan untuk membentuk unit layanan pengadaan (ULP) dengan fasilitas LPSE terus dikebut. "Sampai saat ini persiapan untuk menuju kesana sudah mencapai 70 persen. Kami juga beberapa waktu lalu telah mengirimkan 10 orang ke LKPP untuk belajar SPSE ini selama satu minggu di Jakarta," ungkapnya.

Menurutnya, ULP itu direncanakan akan ditempatkan di salah satu ruangan di Dinas PU Pengairan. "Termasuk jika memungkinkan, pada Perubahan APBN 2010 nanti akan diujicobakan satu atau dua paket pengadaan barang/jasa dengan menggunakan LPSE. Jika sukses, Lamongan akan menjadi yang kedua menerapkan LPSE di Jatim setelah Pemprov Jatim," ujarnya. (Feb/nas)

 

Sumber : Radar Bojonegoro