Sistem E-Procurement Hemat Uang Negara Rp1,1 Triliun
08 Juli 2010 10:40

JAKARTA - Impelementasi lelang pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-procurement) berhasil menghemat uang negara senilai Rp1,1 triliun (akumulatif) hingga akhir semester I/2010. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp8,23 triliun.

Demikian data perkembangan implementasi e-procurement Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) per 30 Juni 2010. "Nilai penghematannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir semester I-2010 saja sudah mencapai Rp1 triliun lebih," ujar Direktur E-Procurement LKPP Ikak G Patriastomo, dalam siaran pers yang diterima Investor Dailiy, akhir pekan lalu.

Menurut Ikak, penghematan akumulatif hingga Rp 1,1 triliun merupakan selisih pagu selesai lelang Rp 6,6 triliun dan nilai nilai hasil lelang Rp 5,49 triliun. Sedangkan total akumulatif jumlah pagu lelang mencapai Rp 8,23 triliun dengan jumlah paket lelang sebanyak 4.855 paket, 3.551 paket diantaranya paket yang sudah selesai dilelangkan.

Ikak menjelaskan, dilihat drai peningkatan secara per tahun, tren kenaikan penghematannya meningkat luar biasa. Sepanjang semester I-2010, nilai penghematan lelang mencapai Rp582,4 miliar, naik dari Rp518,3 miliar tahun 2009 dan Rp 6,6 miliar tahun 2008. "Prosentase penghematannya rata-rata mencapai 17%," ujarnya.

Selain itu, nilai pagu dan jumlah paket yang dilelang dengan memanfaatkan e-procurement terus meningkat signifikan. Pada enam bulan pertama 2010, pagu yang dilelang mencapai Rp 4,8 triliun, naik dari Rp 3,3 triliun pada 2009, dan Rp 52,2 tahun 2008. Pada periode yang sama, jumlah paketnya juga meningkat menjadi 3.097 paket, naik dari sebelumnya 1.725 paket dan 33 paket.

Berdasarkan jumlah dan nilai pagu selesai lelang, paket pengadaan yang selesai direalisasikan hingga akhir Juni 2010 adalah 2.097 paket, naik dari 1.435 paket tahun 2009 dan 19 paket 2008. Sedang nilai pagu selesai lelang hingga khir Juni 2010 adalah Rp 3,4 triliun, naik dari Rp 3,14 triliun akhir 2009 dan Rp42,8 miliar tahun 2008.

Ikak menuturkan, terus meningkatnya penghematan keuangan negara terjadi seiring meluasnya penerapan e-procurement di tingkat pusat maupun daerah. Hingga kini, terdapat 133 instansi pemerintah pusat/daerah yang memanfaatkan 60 Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia. (Teh)

 

Oleh       : Tomas E. Harefa

Sumber  : Harian Ekonomi Bisnis dan Keuangan Investor Daily