Lelang Manual Tekan Potensi Persaingan Usaha Yang Sehat
26 Juli 2010 16:56


Jakarta, 23 Juli 2010. Lelang pengadaan barang/jasa dengan sistem manual menekan potensi persaingan usaha yang sehat. Sebab sistem manual sulit memberikan akses informasi dan peluang usaha yang sama bagi kalangan dunia usaha di bidang tender.

Demikian diungkapkan Direktur E-Procurement Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Ikak G Patriastomo dalam Talk Show Radio KBR 68 H Program Obrolan Ekonomi bertajuk 'Nyaman dan Transparan Lelang Secara Elektronik' di Jakarta, Jum'at (23/07). 

"Kerugian yang paling menonjol dari sistem manual adalah persaingan (usaha) tidak mudah. Kalau bicara seberapa banyak perusahaan yang bisa ikut lelang? Itu sangat terbatas," ujarnya.

Ikak menuturkan, sistem manual tidak mampu memberikan informasi akses dan peluang kepesertaan lelang secara adil dan merata di antara calon peserta lelang. Akibatnya, para calon peserta lelang tidak memiliki kapasitas yang sama untuk berkompetisi memenangkan lelang.  

Selain keterbatasan akses informasi yang didapat masing-masing pengusaha peserta lelang, sistem lelang manual juga rawan dengan perilaku korupsi dan kolusi. "Ujung-ujungnya inefisiensi," ucapnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, pemerintah melalui LKPP saat ini mengembangkan sistem pengadaan barang/jasa berbasis elektronik/website (e-Procurement). Sistem ini memberikan akses informasi yang sama dan bisa diakses para pengusaha dalam 24 jam penuh melalui website.

Sistem elektronik, sebutnya, juga meminimalkan potensi biaya tinggi yang harus dikeluarkan kalangan pengusaha peserta tender. Sebab pendaftaran kepesertaan lelang bisa dilakukan langsung oleh pengusaha calon peserta tender. @humas
2010-07-26