Jakarta
– Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Pusat
Pelatihan Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa (Puslat SDM PBJ) resmi
membuka Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) bagi
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe B Batch II Tahun 2026 pada Selasa (9/6).
Pelatihan tatap muka (onsite) yang berlangsung selama
tiga hari yakni Selasa hingga Kamis (9-11/6) ini didesain secara khusus untuk
mempercepat peningkatan kompetensi para PPK yang mengampu program prioritas
nasional di 17 Kementerian dan Lembaga (K/L).
Dalam arahannya, Kepala Puslat SDM PBJ LKPP G.A.A
Diah Ambarawaty menegaskan bahwa, pelatihan ini merupakan komitmen kelembagaan
LKPP dalam mendukung program strategis Presiden secara proaktif. Di era
keterbukaan informasi saat ini, Diah menambahkan jika integritas saja tidak
lagi cukup melainkan harus diimbangi dengan kompetensi yang teruji nyata.
“Hal ini krusial karena aktivitas pengadaan yang
tercatat melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) kini aktif
dipantau oleh publik untuk mengawal transparansi belanja negara. Jika PPK yang
ditunjuk tidak kompeten, hal tersebut berpotensi menjadi celah yang memicu
terjadinya kesalahan maupun pelanggaran dalam proses pengadaan barang/jasa
pemerintah," ujar Diah.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Pelatihan Batch II
ini hadir dengan skema yang terbilang istimewa.
Kurikulumnya dirancang secara khusus dan berjalan
lebih intensif dibandingkan kelas reguler, menyesuaikan dengan kebutuhan
percepatan kompetensi yang tidak bisa ditunda. Format pelatihan tatap muka
dipilih agar para peserta diharapkan hadir sepenuhnya, baik secara fisik maupun
pikiran, untuk menyerap setiap materi yang disampaikan secara mendalam dan
menyeluruh.